Apakah Romi Hariyanto hanya pindah partai? Atau sedang membuka babak baru dalam perjalanan politiknya?
Di politik, tidak banyak tokoh yang mampu bertahan melewati perubahan zaman, pergantian kepemimpinan, hingga dinamika partai.
Lebih sedikit lagi yang mampu mengubah arah perjalanan politiknya tanpa kehilangan pengaruh.
Di Jambi, salah satu nama yang menarik untuk dibaca adalah Romi Hariyanto. Ia bukan lahir sebagai pejabat. Ia juga bukan tokoh yang langsung melompat menjadi kepala daerah.
Kariernya dibangun setahap demi setahap, dari dunia organisasi, legislatif, hingga akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Tanjung Jabung Timur selama dua periode.
Kini, setelah tidak lagi menjabat bupati, Romi justru memilih jalan yan
g mengejutkan: meninggalkan PAN, partai yang telah membesarkan namanya, dan menerima amanah sebagai Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Jambi.
Dari Bangku Sekolah hingga Dunia Organisasi. Romi Hariyanto lahir di Jambi pada 3 November 1974. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 35/IV Jelutung Kota Jambi, kemudian melanjutkan ke SMP PGRI 4 Jambi, YP RA Kartini Jambi, Diploma III Akuntansi Perbankan Muhammadiyah Jambi, hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi di STIE Muhammadiyah Jambi.
Di luar pendidikan formal, Romi aktif membangun jaringan organisasi..Ia pernah memimpin HIPMI Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada 2008–2011 sebelum kemudian dipercaya menjadi Sekretaris DPD PAN Tanjung Jabung Timur dan akhirnya menjabat Ketua DPD PAN Tanjung Jabung Timur selama satu dekade.
Pengalaman organisasi itu menjadi modal penting ketika memasuki dunia politik praktis.
Ketua DPRD di Usia Muda
Salah satu fakta yang jarang dibahas adalah Romi sudah dipercaya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur ketika usianya masih sekitar 30 tahun.
Bahkan jabatan itu diembannya selama tiga periode. Posisi tersebut membuat Romi memahami bagaimana proses legislasi, penganggaran, dan hubungan antara eksekutif dan legislatif sebelum akhirnya ia sendiri memimpin pemerintahan daerah.
Tidak banyak kepala daerah yang memiliki pengalaman panjang di kursi legislatif seperti ini.
Dua Periode Memimpin Tanjung Jabung Timur
Tahun 2015 menjadi titik balik kariernya. Romi terpilih menjadi Bupati Tanjung Jabung Timur untuk periode 2016–2021.
Kepercayaan masyarakat kembali datang pada Pilkada berikutnya sehingga ia kembali memimpin untuk periode kedua hingga berakhir pada 2024.
Selama hampir satu dekade menjadi kepala daerah, Romi dikenal sebagai salah satu figur yang cukup dominan dalam politik Tanjung Jabung Timur.
Perjalanannya menunjukkan bagaimana seorang politisi lokal mampu mempertahankan kepercayaan publik dalam dua pemilihan berturut-turut.
Gagal Maju Pilgub, Lalu Memilih Jalan Baru
Salah satu fase yang paling banyak diperbincangkan adalah ketika Romi tidak memperoleh dukungan PAN untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jambi.
Sejak saat itu muncul berbagai spekulasi publik. Apakah perpindahannya ke PSI dipicu karena kekecewaan terhadap PAN?
Ataukah memang ia sedang mencari kendaraan politik baru?
Hingga kini, tidak ada pernyataan Romi yang menyebut bahwa kepindahannya disebabkan karena PAN tidak mengusungnya sebagai calon gubernur.
Yang disampaikan Romi justru berbeda.
Dalam beberapa kesempatan setelah menerima amanah sebagai Ketua DPW PSI Jambi, ia mengatakan memilih PSI karena merasa nyaman, melihat partai tersebut sebagai ruang politik yang terbuka, mengedepankan gagasan, kerja nyata, serta ingin membangun kekuatan politik baru di Jambi. Ia juga menargetkan PSI memiliki kursi DPR RI maupun DPRD di masa mendatang.
Artinya, mengaitkan kepindahan Romi semata-mata dengan tidak diusung PAN masih berada pada wilayah analisis politik, bukan fakta yang telah dikonfirmasi.
Dari PAN ke PSI
Perpindahan Romi ke PSI menjadi salah satu manuver politik paling menarik di Jambi dalam beberapa tahun terakhir.
Bukan hanya karena ia meninggalkan partai yang telah lama dibesarkannya.
Tetapi juga karena PSI selama ini dikenal sebagai partai yang relatif baru.
Masuknya Romi memberi PSI modal penting berupa pengalaman pemerintahan, jaringan politik daerah, serta figur yang telah memiliki rekam jejak elektoral.
Bagi PSI, kehadiran Romi menjadi suntikan pengalaman.
Bagi Romi sendiri, ini menjadi kesempatan membangun babak baru dalam perjalanan politiknya.
Politik Selalu Tentang Babak Baru
Dalam politik, tidak semua perjalanan berakhir ketika masa jabatan selesai.
Ada yang memilih pensiun.
Ada yang menjadi mentor.
Ada pula yang memilih membangun kekuatan baru.
Romi Hariyanto tampaknya memilih jalan terakhir.
Perjalanan dari Ketua DPRD, Bupati dua periode, hingga memimpin DPW PSI Jambi menunjukkan bahwa karier politik tidak selalu berjalan lurus. Kadang justru memasuki fase baru ketika banyak orang mengira perjalanan itu telah selesai.
Apakah langkah ini akan mengubah peta politik Jambi pada Pemilu 2029?
Waktu yang akan menjawab.
Namun satu hal yang pasti, Romi Hariyanto masih menjadi salah satu nama yang layak diperhitungkan dalam dinamika politik Provinsi Jambi.
Bagaimana pendapat Anda?
Apakah bergabungnya Romi Hariyanto ke PSI merupakan strategi untuk membangun kekuatan politik baru di Jambi, atau sekadar perpindahan kendaraan politik?
Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar, dan ikuti @tokohjambi untuk membaca kisah, strategi, serta jejak politik para tokoh Jambi.
Disclaimer
Seluruh informasi di Tokoh Jambi disusun menggunakan Metode Kurasi Tokoh Jambi, yaitu menghimpun, memverifikasi, menyintesis, dan menyajikan informasi dari berbagai sumber terpercaya.
Apabila terdapat kekeliruan, data terbaru, perbedaan pendapat, klarifikasi, atau hak jawab, silakan menghubungi tim admin Tokoh Jambi. Setiap masukan akan ditelaah dan dikoreksi apabila diperlukan.
#TokohJambi #PolitikJambi #RomiHariyanto
